Dummy Text

Featured

Kamis, 29 Desember 2011

Emas Alami Kejatuhan Terdalam Sejak Oktober 2009

Harga emas mengalami penurunan selama lima sesi berturut-turut yang merupakan kejatuhan terdalamnya sejak Oktober 2009, ditekan oleh penguatan dollar serta memburuknya krisis hutang Eropa yang membawa kejatuhan bursa saham dan komoditas. Disamping itu, outlook tekhnikal yang membentuk double top juga mengisyaratkan sinyal bearish.
Rick Bensignor, strategis Merlin Securities berkata, "Investor yang menganggap emas sebagai aset safe-haven kini cemas dan sepertinya mulai kurangi kepemilikan demi minimalisir kerugian. Ini tentunya lemahkan emas, yang kondisinya diperburuk oleh penguatan dollar." Hal ini mengembalikan daya tarik dollar sebagai aset safe haven yang lebih superior dibanding emas. Krisis utang zona-euro telah menyebabkan kekurangan likuiditas di pasar dan ini memaksa investor untuk likuidasi posisi emasnya demi tutupi kerugian di aset keuangan lainnya.
Terpantau running emas berada di level 1554.30, dengan harga tertinggi 1561.20 dan terendah 1549.55 menurut platform Monex.
read more...

Jumat, 23 Desember 2011

Gejolak Timur Tengah Dukung Harga Minyak

Kontrak minyak mentah menyentuh level psikologis $100/ barel, Kamis (22/12) terkait kekhawatiran terganggunya persediaan dari produsen Iran dan irak. Selain itu, Klaim mingguan untuk tunjangan pengangguran AS turun ke tingkat terendah sejak April 2008 pada minggu lalu, yang menunjukkan adanya perbaikan ekonomi di negara konsumen minyak mentah terbesar tersebut.
Pertikaian antara kaum Sunni dengan Syiah telah memicu peristiwa bom yang tewaskan 57 orang di Baghdad. Ini merupakan gejolak terbesar di Irak pasca penarikan pasukan AS. Analis mengatakan, memburuknya situasi di Timur Tengah dapat picu kekhawatiran akan terganggunya supplai dari produsen minyak Irak dan Kazakhstan serta ancaman embargo minyak Iran.
Pimpinan riset JBC Energy mengungkapkan, "Perkembangan geopolitik di Timur Tengah akan menopang performa minyak. Cukup jelas, investor tengah antisipasi memburuknya situsi di Timur Tengah."
Sementara itu, beberapa manajer keuangan melikuidasi minyak mereka dan kepemilikan komoditas menjelang liburan akhir tahun serta kondisi utang Eropa yang masih menjadi fokus memungkinkan adanya konsolidasi atau resiko ke arah terbalik dalam waktu dekat.
read more...

Kamis, 22 Desember 2011

Harga minyak mentah dunia bergerak naik lebih dari 1.32%, mencapai $99/barel didukung oleh harapan pemulihan ekonomi zona Eropa serta kekhawatiran rendahnya persediaan dari dua produsen utama minyak,Iran dan Kazakhstan. Tender pinjaman bertenor 3 tahun dari European Central Bank meninggikan harapan bahwa zona Eropa dapat menghindari krisis likuiditas. Hasil tender ECB yang sukses menambah optimisme pasar setelah data ekonomi positif dari AS mengindikasikan bahwa permintaan minyak masih cukup tinggi. read more...

Kamis, 01 Desember 2011

Minyak Mentah Menguat Terkait Aksi Bersama Bank Sentral Utama Dunia

Kontrak minyak mentah berjangka AS melesat hingga ke level $101/barel hari Rabu (30/11) pasca langkah dari sejumlah bank sentral untuk mengurangi tekanan pada pasar keuangan global, dengan para menteri keuangan meminta bantuan kepada IMF untuk mengatasi bencana keuangan yang terjadi di Eropa. Sementara itu, langkah Cina untuk memangkas syarat permodalan dan data tenaga kerja AS yang lebih baik dari perkiraan menambah sentimen bullish.
Hari ini, Kamis (1/12) spot minyak bergerak naik di awal perdagangan dalam range sempit karena kenaikan yang ada masih dibatasi oleh meningkatnya persediaan minyak mentah AS. Stok minyak mingguan AS dilaporkan oleh EIA meningkat sebanyak 3.9 juta barel, atau 1.2%, menjadi 334.7 juta barel. Tercatat miyak berada di level $100.72/barel, harga tertinggi $100.73/barel dan terendahnya $100.50/barel.
Gareth Lewis-Davies, strategis minyak dan komoditas BNP Paribas berkata, "Dollar akan melemah jika investor beralih dari obligasi menuju aset beresiko, dan yang terjadi hari ini adalah pulihnya selera resiko investor. Investor sedang mengalihkan dana dari obligasi AS yang notabene adalah safe haven, menuju ke brusa saham dan komoditas."
read more...